/storage/uploads/articles/1791557312_putus-sekolah-dan-menikah-muda-wilta-kembali-belajar-lewat-pjj.png
Tanjungpinang — Pernikahan tidak menghalangi Wilta Julia Putri untuk berhenti belajar dan sekolah. Di tengah kesibukan menjalani kehidupan rumah tangga dan merantau jauh dari kampung halaman, perempuan asal Anambas, Kepulauan Riau, itu kembali sekolah dan mengikuti pembelajaran melalui Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Jenjang Pendidikan Menengah di SMAN 1 Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Bagi Wilta, bisa kembali belajar melalui PJJ bukan hanya sekadar untuk mendapatkan ijazah. Selain ingin kembali mengasah ilmu yang sempat terhenti, Witra juga ingin membuka kesempatan untuk masa depan yang lebih baik. Ia ingin menjadi seorang jaksa.
“Saya ingin bisa memberikan keadilan ke orang-orang yang berbuat tidak adil dan satu lagi ingin jadi orang sukses agar bisa membuat bangga orang tua dan suami,” kata Wiltra.
Melalui PJJ, Wiltra mengaku ingin tetap mengasah ilmu walaupun tidak di sekolah. Ia juga ingin melanjutkan ke jenjang perkuliahan.
“Kalau ada rezekinya, nantinya saya juga ingin bisa melanjutkan kuliah setelah selesai PJJ ini,” ujar Wilta.
Bagi Wiltra, keinginan untuk terus belajar dan bisa melanjutkan kuliah tumbuh dari pengalaman yang ia rasakan sendiri. Wilta sempat berhenti sekolah saat kelas 10 semester pertama pada 2024. Beberapa bulan setelah putus sekolah, Wiltra kemudian memutuskan menikah. Kini, bersama suaminya yang juga berasal dari Anambas, Wilta merantau dan menetap di Tanjungpinang.
Di tengah perubahan besar dalam hidupnya, satu hal yang tidak pernah benar-benar hilang adalah keinginannya untuk kembali belajar.
Wilta menyadari bahwa pendidikan memiliki arti penting untuk menghadapi kehidupan, terutama di tengah persaingan dunia kerja yang semakin berat.
“Yang paling utama saya ingin mendapatkan ijazah, karena kerasnya kehidupan perkotaan dan kehidupan zaman sekarang. Menurut saya, kalau tidak punya ijazah, sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan,” tuturnya.
Bagi Wilta, ijazah bukan sekadar selembar dokumen. Di baliknya ada harapan untuk mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik. Bahkan, jika suatu hari mendapat kesempatan dan rezeki, ia ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Membagi Waktu antara Rumah dan Sekolah
Kembali belajar setelah sempat meninggalkan bangku sekolah tentu membutuhkan penyesuaian. Apalagi, Wilta kini menjalani kehidupan sebagai seorang istri. Namun, ia tidak menjadikan kesibukan rumah tangga sebagai alasan untuk kembali berhenti belajar.
Ia mengatur waktunya secara sederhana dan disiplin. Pekerjaan rumah diselesaikan terlebih dahulu sebelum mengikuti pembelajaran melalui Zoom. Sementara itu, tugas-tugas sekolah dikerjakannya di sela-sela waktu, bahkan sebelum beranjak tidur.
“Biasanya saya menyelesaikan pekerjaan rumah terlebih dahulu sebelum ada Zoom Meeting. Kalau ada tugas, saya kerjakan di sela-sela waktu sebelum tidur,” katanya.
Cara tersebut menjadi bagian dari kesehariannya untuk menjaga agar pendidikan tetap berjalan berdampingan dengan kehidupan rumah tangga.
Wilta juga mengaku sejauh ini tidak menemukan hambatan berarti dalam mengikuti pembelajaran PJJ. Namun, ada beberapa situasi yang membuatnya harus berjuang lebih keras.
Beberapa waktu lalu, misalnya, ia harus pulang ke kampung halaman. Perjalanan dari Tanjungpinang menuju kampung halamannya membutuhkan waktu yang cukup panjang. Dalam perjalanan pergi dan pulang, ia harus menempuh sekitar tiga hari dua malam.
Kondisi jaringan internet yang terbatas di kampung halaman, ditambah tidak adanya sinyal selama berada di kapal, membuat Wilta tidak dapat mengikuti Zoom pada beberapa kesempatan.
“Beberapa minggu yang lalu saya sempat pulang kampung beberapa hari dan menempuh perjalanan jauh. Di sana susah sinyal. Saat di dalam kapal juga tidak ada sinyal, jadi saya tidak bisa mengikuti Zoom,” ujarnya.
Selain persoalan akses internet, Wilta juga harus menghadapi kondisi kesehatan yang terkadang datang tiba-tiba. Asma dan gangguan asam lambung yang dialaminya sesekali membuat aktivitas belajar harus disesuaikan dengan kondisi tubuh.
Namun, semua hambatan tersebut tidak membuat anak pertama dari empat bersaudara ini menyerah. Baginya, PJJ telah memberikan kesempatan kedua untuk kembali belajar tanpa harus meninggalkan kehidupan yang sedang dijalaninya kini.